Labels

Monday, October 14, 2019

Dropdown List Excel


Cara Membuat Dropdown List di Excel yang Cepat dan Mudah




Maaf lama saya tidak memposting apapun diblog ini, karena kesibukan pekerjaan dan lain-lain, saat ini saya akan menyampaikan Tutorial ini membahas cara untuk membuat dropdown list yang cepat dan mudah pada lembar kerja Excel. Dropdown list atau combo box berguna untuk input data dari daftar yang sudah ada. Penggunaan dropdown list sangat bermanfaat untuk input data yang cepat, mengurangi kesalahan pengetikan, sekaligus sebagai validasi data. Cara yang disajikan pada tutorial ini sesuai untuk:
   - Dropdown list yang pilihannya sedikit.
   - Digunakan pada satu lembar kerja saja.

Cara Membuat Dropdown List dengan Comma-Separated Values


Langkah-langkah:

  • Pertama-tama, klik pada sel yang akan diberi dropdown list. Catatan: kita bisa memilih lebih dari satu sel. Termasuk sel yang letaknya terpisah dengan cara menekan tombol CTRL sambil mengklik sel yang diinginkan. Contoh di tutorial ini memilih 3 baris sel pada kolom Jawaban.

  • Selanjutnya pada tab Data, grup Data Tools, klik Data Validation.
  • Pada tab Settings, lakukan hal berikut ini:

    1. Di bagian Allow, pilih List.
    2. Di kotak Source, ketik isi untuk dropdown list yang dipisahkan dengan koma atau titik koma (tergantung pada settingan di komputer Anda).
    3. Pastikan kotak In-cell dropdown dicentang.
    4. Tidak wajib: centang kotak Ignore blanks bila Anda memperbolehkan sel dropdown dibiarkan kosong.
  • Klik OK. Dropdown list sudah selesai dibuat.
Tip:
Kita bisa menggunakan cara copy paste untuk menyalin dan menempatkan dropdown list ini pada sel lain, pada lembar kerja atau dokumen Excel yang lain.
 
Cara Menghapus Dropdown List
Langkah-langkah:
  • Klik pada salah satu dropdown list yang ingin dihapus.
  • Pada tab Data, grup Data Tools, klik Data Validation.
  • Centang kotak Apply these changes to all other cells with the same settings, menghapus semua dropdown list yang isinya sama pada lembar kerja tersebut.Klik tombol Clear All untuk menghapus.
  • Klik OK untuk menutup kotak dialog.
Catatan
Walaupun dropdown list ini bisa di-copy paste ke lembar kerja lain, akan tetapi penambahan dan penghapusan isi dropdown list hanya berlaku untuk semua sel dalam lembar kerja yang sama saja. Apabila ingin perubahan dropdown list otomatis di-update untuk semua lembar kerja, maka kita harus membuat dropdown list yang dinamis seperti yang disajikan pada tutorial pada berikut mengenai Cara Membuat Dropdown List Excel yang Dinamis. Demikian postigan singkat kali ini semoga bermanfaat.

Komentar dan saran sangat saya tunggu untuk perkembangan lebih lanjut dan tunggu postingan berikut tentang Cara Membuat Dropdown List Excel yang Dinamis.



Saturday, January 12, 2019

PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN SAINTIFIK DAN STEAM


MODEL PEMBELAJARAN SAINTIFIK

Pendekatan saintifik dan model pembelajaran kurikulum 2013 ini dalam usaha untuk belajar mengimplementasikan kurikulum 2013 di kelas anda, maka artikel ini adalah bacaan yang pas untuk dipelajari. Isi dari artikel ini sebagian besar mendasarkan pada pedoman kurikulum 2013 yang dikeluarkan oleh Kemendikbud. Berikut adalah uraian singkat tentang pendekatan saintifik, model pembelajaran dan metode pembelajaran di dalam kurikulum 2013.


Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013

Pendekatan saintifik kurikulum 2013
Pendekatan saintifik kurikulum 2013

Ada lima kegiatan utama di dalam proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik, yaitu:
1. Mengamati
Mengamati dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan mencari informasi, melihat, mendengar, membaca, dan atau menyimak. 
2. Menanya
Menanya untuk membangun pengetahuan peserta didik secara faktual, konseptual, dan prosedural, hingga berpikir metakognitif, dapat dilakukan melalui kegiatan diskusi, kerja kelompok, dan diskusi kelas. 
3. Mencoba
Mengeksplor/mengumpulkan informasi, atau mencoba untuk meningkatkan keingintahuan peserta didik dalam mengembangkan kreatifitas, dapat dilakukan melalui membaca, mengamati aktivitas, kejadian atau objek tertentu, memperoleh informasi, mengolah data, dan menyajikan hasilnya dalam bentuk tulisan, lisan, atau gambar. 
4. Mengasosiasi  
Mengasosiasi dapat dilakukan melalui kegiatan menganalisis data, mengelompokan, membuat kategori, menyimpulkan, dan memprediksi/mengestimasi.
5. Mengkomunikasikan
Mengomunikasikan adalah sarana untuk menyampaikan hasil konseptualisasi dalam bentuk lisan, tulisan, gambar/sketsa, diagram, atau grafik, dapat dilakukan melalui presentasi,  membuat laporan, dan/ atau unjuk kerja.
Pengertian model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Model pembelajaran merupakan bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Ada banyak model pembelajaran dan beberapa yang disarankan di dalam kurikulum 2013 diantaranya adalah:
1. Inquiry Based Learning
2. Discovery Based Learning
3. Project Based Learning
4. Problem Based Learning
Berikut ini sedikit uraian penjelasan langkah-langkah dari tiap model pembelajaran.

1. Inquiry Based Learning

    Langkah-langkah atau sintaks nya adalah sebagai berikut:
  • Observasi/Mengamati 
  • Mengajukan pertanyaan 
  • Mengajukan dugaan atau kemungkinan jawaban/ mengasosiasi atau melakukan penalaran
  • Mengumpulkan data yang terakait dengan dugaan atau pertanyaan yang diajukan/memprediksi dugaan
  • Merumuskan kesimpulan-kesimpulan berdasarkan data yang telah diolah atau dianalisis, mempresentasikan atau menyajikan hasil temuannya.

2. Discovery Based Learning

    Langkah-langkah atau sintaks nya adalah sebagai berikut:
  • Stimulation (memberi stimulus); bacaan, atau gambar, atau situasi, sesuai dengan materi pembelajaran/topik/tema. 
  • Problem Statement (mengidentifikasi masalah); menemukan permasalahan menanya, mencari informasi, dan merumuskan masalah.
  • Data Collecting (mengumpulkan data); mencari dan mengumpulkan data/informasi, melatih ketelitian, akurasi, dan kejujuran, mencari atau merumuskan berbagai alternatif pemecahan masalah
  • Data Processing (mengolah data); mencoba dan mengeksplorasi pengetahuan konseptualnya,  melatih keterampilan berfikir logis dan aplikatif.
  • Verification (memferifikasi); mengecek kebenaran atau keabsahan hasil pengolahan data, mencari sumber yang relevan baik dari buku atau media, mengasosiasikannya menjadi suatu kesimpulan.
  • Generalization (menyimpulkan); melatih pengetahuan metakognisi peserta didik.

3. Problem Based Learning

    Langkah-langkah atau sintaks nya adalah sebagai berikut:
  • Orientasi pada masalah; mengamati masalah yang menjadi objek pembelajaran.
  • Pengorganisasian kegiatan pembelajaran; menyampaikan berbagai pertanyaan (atau menanya)  terhadap malasalah kajian.
  • Penyelidikan mandiri dan kelompok; melakukan percobaan (mencoba) untuk memperoleh data dalam rangka menyelesaikan masalah yang dikaji.
  • Pengembangan dan Penyajian hasil; mengasosiasi data yang ditemukan dengan berbagai data lain dari berbagai sumber. 
  • Analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah; 

4. Project  Based Learning

    Langkah-langkah atau sintaks nya adalah sebagai berikut:
  • Menyiapkan pertanyaan atau penugasan proyek; langkah awal agar peserta didik mengamati lebih dalam  terhadap pertanyaan yang muncul dari fenomena yang ada.
  • Mendesain perencanaan proyek; menyusun perencanaan proyek bisa melalui percobaan.
  • Menyusun jadwal sebgai langkah nyata dari sebuah proyek.
  • Memonitor kegiatan dan perkembangan proyek; mengevaluasi proyek yang sedang dikerjakan.
  • Menguji hasil;  Fakta dan data dihubungkan dengan berbagai data lain.
  • Mengevaluasi kegiatan/pengalaman; mengevaluasi kegiatan sebagai acuan perbaikan untuk tugas proyek pada mata pelajaran yang sama atau mata pelajaran lain. 

METODE PEMBELAJARAN STEAM

Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Di dalam kurikulum 2013 disarankan metode pembelajaran dalam kelas diantaranya adalah: 
- Diskusi
- Eksperimen
- Demonstrasi
- Simulasi
Jika semua itu dapat diimplementasikan dengan benar sesuai yang diharapkan maka keseluruhan kompetensi yang mencakup 4 ranah, yaitu kompetensi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan akan dapat dicapai oleh peserta didik sesuai dengan tuntutan Standar Kompetensi Lulusan (SKL).
Demikian postingan tentang Pendekatan saintifik, model pembelajaran dan metode pembelajaran di dalam kurikulum 2013. Jika anda membutuhkan permendikbud-permendikbud terbaru sebagai acuan pembuatan RPP dan penilaian silahkan menuju permendikbud kurikulum 2013
STEAM, tentunya istilah tersebut masih dalam tanda tanya. Banyak orang yang belum mengenal dengan pembelajaran STEAM. Kepanjangan STEAM sendiri adalah Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics. Namun, semua itu bukanlah mengenai pembelajaran yang terpisah-pisah sesuai dengan mata pelajarannya, tapi bagaimana cara mengkolaborasikan atau menerapkan seluruh komponen yang ada dalam pelajaran-pelajaran tersebut di kelas. Dengan kata lain, siswa dituntut untuk mampu menganalisa dan berpikir kritis dalam mengolah data dan menyelesaikan suatu masalah dikehidupan sehari-hari.
Dalam bidang Science (Sains), siswa dituntut untuk mampu menggunakan pendekatan scientific method dalam menyelesaikan suatu masalah dalam kehidupan sehari-hari. Dibidang Technology (Teknologi), siswa akan berkolaborasi dalam penggunaan teknologi baik untuk mengolah data maupun menyampaikan informasi yang mereka dapatkan. Bidang Engineering (Teknik), siswa akan mengkolaborasikan hasil temuannya guna menciptakan suatu produk atau dapat pula mencari solusi-solusi yag tepat. Sedangkan dalam bidang Arts (Seni), siswa akan mengkreasikan produk/temuan mereka agar dapat diterima oleh masyarakat ataupun bagaimana cara mereka mempromosikan hasil temuan tersebut. Selanjutnya adalah dalam bidang Mathematics (Matematika), siswa akan mengunakan pendekatan matematika dalam mengolah data yang mereka dapatkan.
Melalui pembelajaran STEAM, siswa akan terlatih untuk menganalisa permasalahan-permasalahan yang ada dengan mengunakan berbagai pendekatan, baik sains, teknologi, teknik, seni, maupun matematika. Selain itu, siswa akan terlatih pula untuk berpikir kritis dan kreatif. Selain itu, siswa akan terlatih untuk memberikan pendapatnya baik tulisan maupun lisan.
Penerapan
Lalu, bagaimana cara mengaplikasikannya? Secara garis besar, pembelajaran STEAM sama dengan pembelajaran berdasarkan proyek (Project Based Learning) namun yang membedakannya adalah prosesnya. Proses dalam pembelajaran STEAM adalah dengan menggabungkannya ke dalam paradigma pembelajaran kohesif berdasarkan dunia nyata. STEAM sendiri dibagi 3 level atau tingkatan. Pada level 1, proyek yang diberikan bersifat pendek, artinya hanya untuk diselesaikan dalam waktu yang tidak lama (2-6 periode pembelajaran). Level 2, lama penyelesaian proyek bisa 1-3 bulan dan siswa dimita untuk membuat laporan berupa e-portfolio, poster, atau video. Sedangkan level 3, proyek bersifat long term project yang membutuhkan waktu hingga 5-6 bulan. Siswa diminta untuk membuat penelitian/invensi/temuan baik secara individu maupun kelompok.
Dalam pembelajaran Matematika sendiri, pembelajaran STEAM dapat diaplikasikan. Sebagai contoh pada topik Trigonometri, guru dapat memberikan suatu proyek ke siswa untuk menghitung suatu bangunan jika diketahui sudut elevasi dan jarak bangunan dan pengamat (siswa). Guru akan memberikan bimbingan kepada siswa mengenai alat yang akan mereka buat. Disini siswa akan diberikan kesempatan untuk mengeksplor bidang sains, teknik, seni dan matematika. Lalu, bagaimana dengan teknologi? Pada bidang teknologi, siswa akan menggunakan internet dalam mencari data-data dalam menyelesaikan tugas/proyek mereka. Selain itu, mereka juga akan membuat presentasi untuk menyampaikan hasil temuan mereka di depan kelas.

Monday, September 25, 2017

Cara Lihat Kode Bar (QR Code) WA



Bagaimana kita tahu Kode batang akun WA milik kita?, Simak caranya di bawah ini.
  1. Buka Komputer atau laptop dan pastikan sambungan internet juga ada, karena kita harus masuk ke aplikasi berbasis WEB milik whatsapp.
  2. Siapkan pula smartphone Android atau iPhone yang juga ada koneksi data internetnya dan akun WA juga masih aktif digunakan.
  3.  
  4. Langkah pertama silahkan buka Browser Chrome di Laptop/PC, mengapa harus pakai chrome untuk menjalankan aplikasi WA? karena memang selain WA punya Google juga aplikasi ini tidak akan berjalan di browser lainnya seperti Firefox, Opera, UC, Safari dan lain sebagainya, jadi harus memakai peramban buatan google yaitu Chrome. 
  5. Masuk ke situs Web WA yaitu di https://web.whtasapp.com/ dan tunggu sampai loading halaman berhasil.
  6. Di antarmuka pertama whatsapp berbasis Web tersebut akan tampak di sisi kiri ada kotak berisi Kode Batang (QR Code), nah itulah kode bar yang bisa anda pindai melalui ponsel android.

Sunday, September 24, 2017

Pasang Iklan di Situs Wajib Sesuai Kebijakan Program Google Adsense


Semua Penayang wajib mematuhi kebijakan berikut, harap baca kebijakan ini dengan cermat. Jika Anda tidak dapat mematuhi kebijakan ini tanpa izin dari Google, maka Google berhak menonaktifkan penayangan iklan ke situs Anda dan/atau menonaktifkan akun AdSense Anda kapan saja. Jika akun dinonaktifkan, Anda tidak berhak berpartisipasi lagi dalam program AdSense.
Karena Google  dapat mengubah kebijakan kapan saja, cek artikel ini secara rutin untuk mengetahui apakah ada perubahan. Sesuai dengan Persyaratan dan Ketentuan online Google, Anda bertanggung jawab untuk mengikuti perkembangan terbaru dan mematuhi kebijakan yang diposting di sini. Pengecualian terhadap kebijakan ini hanya diizinkan atas persetujuan dari Google.
Klik dan tayangan tidak valid
Penayang tidak boleh mengklik iklan mereka sendiri atau menggunakan cara apa pun yang tidak semestinya, termasuk metode manual, untuk meningkatkan tayangan dan/atau klik.
Klik pada iklan Google harus murni berasal dari keinginan pengguna. Metode apa pun yang menghasilkan klik atau tayangan buatan pada iklan Google secara tegas dilarang. Metode terlarang ini mencakup, namun tidak terbatas pada, klik atau tayangan manual berulang, alat penghasil klik dan tayangan otomatis, serta penggunaan robot atau software tipuan. Perhatikan bahwa Anda dilarang mengklik iklan Anda sendiri dengan alasan apa pun.
Menganjurkan agar mengklik
Penayang tidak boleh meminta pengguna lain mengklik iklan atau menggunakan metode implementasi yang bersifat menipu untuk memperoleh klik. Ini mencakup, namun tidak terbatas pada, menawarkan kompensasi kepada pengguna agar melihat iklan atau melakukan penelusuran, menjanjikan pengumpulan uang bagi pihak ketiga untuk aktivitas seperti itu atau menempatkan gambar di samping masing-masing iklan.
Pelajari lebih lanjut
Untuk memastikan pengalaman yang baik bagi pengguna dan pengiklan, penayang yang berpartisipasi dalam program AdSense tidak boleh:
·       Memberikan kompensasi kepada pengguna untuk melihat iklan atau melakukan penelusuran, atau menjanjikan kompensasi kepada pihak ketiga bagi aktivitas seperti itu.
·       Mendorong pengguna agar mengklik iklan Google menggunakan frasa seperti "klik iklan ini", "dukung kami", "kunjungi link ini", atau ungkapan lain yang serupa.
·       Mengarahkan perhatian pengguna ke iklan menggunakan tanda panah atau materi bergambar penarik perhatian lainnya.
  • Menempatkan gambar yang menyesatkan di samping masing-masing iklan.
·       Menempatkan iklan dalam skrip kotak mengambang.
·       Memformat iklan sehingga tidak dapat dibedakan dengan konten lain pada halaman tersebut.
·       Memformat konten situs sehingga sulit dibedakan dengan iklan.
·       Menempatkan label menyesatkan di atas unit iklan Google. iklan boleh berlabel "Pesan Sponsor" atau "Iklan", namun bukan "Situs Favorit" atau "Penawaran Terbaik Hari ini".
Pedoman konten
Penayang tidak boleh menempatkan kode AdSense pada halaman yang berisi konten yang melanggar pedoman konten kami. Contohnya, konten yang bersifat dewasa, kekerasan, atau mendukung diskriminasi rasial. Lihat artikel konten terlarang kami untuk informasi selengkapnya.
Lihat kebijakan konten lengkap.
Halaman dengan iklan Google tidak boleh mencantumkan atau ditautkan ke:
·       Konten pornografi, dewasa, atau vulgar
·       Konten seputar kekerasan
·       Konten yang mengancam atau memprovokasi untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain
·       Konten yang melecehkan, mengintimidasi, atau menindas individu atau kelompok individu
·       Konten yang menghasut kebencian terhadap, mendukung diskriminasi atas, atau meremehkan individu atau kelompok berdasarkan ras atau suku, agama, disabilitas, usia, kebangsaan, status veteran, orientasi seksual, jenis kelamin, identitas jenis kelamin, atau karakteristik lain yang terkait dengan diskriminasi atau marginalisasi sistematis
·       Bahasa tidak sopan yang berlebihan
·       Konten hacking/cracking
·       Software atau konten lainnya yang melanggar Kebijakan Software yang Tidak Diinginkan
·       Malware atau adware
·       Konten narkoba dan peralatan terkait
·       Konten yang mempromosikan, menjual, atau mengiklankan produk yang didapat dari spesies langka atau terancam punah.
·       Penjualan bir atau minuman keras
·       Penjualan tembakau atau produk terkait tembakau.
·       Penjualan obat resep
·       Penjualan senjata atau amunisi (misalnya senapan, komponen senapan, pisau tempur, pistol kejut listrik)
·       Penjualan atau distribusi tugas atau makalah kuliah
·       Konten seputar program yang mengompensasi pengguna untuk mengklik iklan atau penawaran, melakukan penelusuran, menjelajah situs, atau membaca email
·       Konten lainnya yang ilegal, mempromosikan aktivitas ilegal, atau melanggar hak hukum orang lain
Penayang juga dilarang menempatkan kode AdSense pada halaman yang mayoritas kontennya dalam bahasa yang tidak didukung.
Materi yang dilindungi hak cipta
Penayang AdSense tidak boleh menampilkan iklan Google di halaman dengan konten yang dilindungi undang-undang hak cipta, kecuali penayang memiliki hak hukum yang diperlukan untuk menampilkan konten tersebut. Ini mencakup halaman yang menampilkan materi berhak cipta, halaman yang menjadi host file berhak cipta, atau halaman yang menyediakan link yang mengarahkan traffic ke halaman yang berisi materi berhak cipta.
Kami memiliki kebijakan untuk menanggapi pemberitahuan tentang dugaan pelanggaran yang sesuai dengan DMCA (Digital Millennium Copyright Act). Untuk penayang AdSense, jika kami menerima pemberitahuan atau memiliki alasan untuk meyakini bahwa halaman Anda melanggar, kami dapat menghentikan partisipasi Anda dalam program. Anda dapat mengajukan pemberitahuan tanggapan melalui formulir ini. Informasi lebih lanjut tentang proses DMCA kami tersedia di entri blog ini.
Jika Anda yakin bahwa halaman yang berpartisipasi dalam program AdSense menampilkan materi yang dilindungi hak cipta tanpa memiliki hak untuk melakukannya, laporkan menggunakan formulir ini atau dengan mengklik ikon PilihanIklan .
Barang palsu
Penayang AdSense tidak boleh menampilkan iklan Google di halaman yang menawarkan atau mempromosikan penjualan barang palsu. Barang palsu mengandung merek dagang atau logo yang sama dengan atau sangat sulit dibedakan dari merek aslinya. Barang tersebut meniru karakteristik merek dari produk dalam upaya untuk menyamar sebagai produk asli dari pemilik merek.
Sumber traffic
Iklan Google tidak boleh ditempatkan pada halaman yang menerima traffic dari sumber tertentu. Misalnya, penayang tidak boleh berpartisipasi dalam program paid to click, mengirim email yang tak diinginkan, atau menampilkan iklan sebagai hasil dari tindakan aplikasi software apa pun. Selain itu, penayang yang menggunakan iklan online harus memastikan halaman mereka mematuhi Pedoman Kualitas Halaman Landing Google.
Pelajari lebih lanjut
Untuk menjamin pengalaman positif bagi pengguna Internet dan pengiklan Google, situs yang menayangkan iklan Google tidak boleh:
·       Menggunakan layanan pihak ketiga yang menghasilkan klik atau tayangan seperti program paid to click, paid to surf, jelajah otomatis, dan pertukaran klik.
·       Dipromosikan melalui email massal yang tidak diminta atau iklan yang tidak diinginkan di situs pihak ketiga.
·       Menampilkan iklan, kotak pencarian, atau hasil penelusuran Google sebagai hasil dari tindakan aplikasi software seperti toolbar.
·       Dimuat oleh software yang dapat memicu jendela pop-up, mengalihkan pengguna ke situs yang tidak diinginkan, mengubah setelan browser, atau mengganggu navigasi situs. Anda bertanggung jawab untuk memastikan bahwa tidak ada jaringan atau afiliasi iklan yang menggunakan metode seperti itu untuk mengarahkan lalu lintas ke halaman yang berisi kode AdSense Anda.
·       Menerima traffic dari iklan online, kecuali situs mematuhi prinsip-prinsip Pedoman Kualitas Halaman Landing Google. Misalnya, pengguna harus dapat menemukan dengan mudah apa yang dijanjikan iklan Anda.
Perilaku iklan
Penayang diizinkan melakukan modifikasi pada kode iklan AdSense selama modifikasi tersebut tidak meningkatkan performa iklan dengan cara yang tidak semestinya atau membahayakan pengiklan. Lihat Modifikasi kode iklan AdSense untuk informasi selengkapnya.
Penempatan iklan
Penayang disarankan untuk bereksperimen dengan berbagai jenis penempatan dan format iklan. Namun kode AdSense tidak boleh ditempatkan di tempat yang tidak patut seperti pop-up, email, atau software. Penayang juga harus mematuhi kebijakan setiap produk yang digunakan. Lihat artikel kebijakan penempatan iklan kami untuk informasi selengkapnya.
Lihat kebijakan penempatan iklan lengkap.
Iklan, kotak pencarian, atau hasil penelusuran Google tidak boleh:
·       Diintegrasikan ke segala jenis aplikasi software (tidak berlaku untuk AdMob), termasuk toolbar.
·       Ditampilkan di pop-up atau pop-under, termasuk jika halaman yang berisi iklan Google, kotak pencarian, atau hasil penelusuran dimuat di pop-up atau pop-under.
·       Ditempatkan di dalam email, atau di halaman yang fokus utamanya adalah pesan email.
·       Ditempatkan di halaman yang fokus utamanya adalah konten yang dibuat secara dinamis (seperti chat langsung, pesan instan, atau komentar yang disegarkan secara otomatis).
·       Tertutup oleh elemen pada halaman.
·       Ditempatkan pada halaman yang tidak berbasis konten. (Tidak berlaku bagi AdSense untuk penelusuran atau AdSense untuk penelusuran seluler.)
·       Ditempatkan pada halaman yang dipublikasikan khusus untuk menampilkan iklan.
·       Ditempatkan pada halaman yang konten atau URL-nya dapat membingungkan pengguna sehingga meyakini bahwa halaman tersebut terkait dengan Google karena penyalahgunaan logo, merek dagang, atau karakteristik merek lainnya.
·       Ditempatkan pada, dalam, atau di sisi produk atau layanan Google lainnya dengan cara yang melanggar kebijakan produk atau layanan tersebut.
Perilaku situs
Situs yang menampilkan iklan Google harus mudah dinavigasi oleh pengguna. Situs tidak boleh mengubah preferensi pengguna, mengalihkan pengguna ke situs yang tidak diinginkan, memulai download, mengandung malware, atau berisi pop-up atau pop-under yang mengganggu navigasi situs.
Persyaratan teknis
Untuk membantu Anda memberikan pengalaman pengguna yang berkualitas, Google telah mengembangkan spesifikasi teknis untuk situs yang menampilkan iklan Google. Kami hanya mengizinkan situs yang sesuai dengan spesifikasi teknis berikut. Tinjau persyaratan teknis detail di bawah ini:
·       Gunakan bahasa yang didukung
o   Produk penayang Google tidak mendukung semua bahasa. Permohonan untuk berpartisipasi dalam program ini dapat diajukan bagi situs yang konten utamanya dalam bahasa berikut.
·       Persyaratan format
o   WebView
o   Iklan bergambar AdSense untuk konten (AFC) dan Ad Exchange (AdX) tidak didukung melalui semua teknologi WebView. Developer aplikasi yang ingin memonetisasi dengan memublikasikan iklan bergambar AFC dan AdX melalui WebView harus menggunakan salah satu bingkai tampilan yang didukung berikut ini:
o   Android: Tab Khusus Chrome
o   iOS: SFSafariViewController (iOS9 +)
o   Iklan dalam aplikasi Google AdMob dan AdX dapat ditampilkan pada aplikasi di samping WebView asalkan SDK Iklan Seluler Google digunakan dan penayang mematuhi semua kebijakan program AdSense lainnya.
Cookie iklan Google
Penayang AdSense harus memiliki dan mematuhi kebijakan privasi yang mengungkapkan bahwa pihak ketiga dapat menempatkan dan membaca cookie di browser pengguna atau menggunakan suar web untuk mengumpulkan informasi sebagai hasil dari penayangan iklan di situs Anda.
Pelajari lebih lanjut
Google menggunakan cookie DoubleClick di situs penayang yang menampilkan iklan AdSense untuk konten. Sesuai dengan undang-undang, aturan, dan peraturan yang berlaku, Anda akan memiliki hak penuh dan eksklusif untuk menggunakan semua data yang diperoleh dari penggunaan cookie DoubleClick untuk tujuan apa pun yang terkait dengan bisnis Anda, asalkan Google boleh menggunakan dan mengungkapkan data ini sesuai dengan persyaratan dalam kebijakan privasi periklanan Google serta undang-undang, aturan, dan peraturan yang berlaku.
Jika kontrak layanan iklan Anda saat ini dengan Google atau DoubleClick telah memiliki ketentuan khusus yang menentukan kepemilikan data, ketentuan tersebut, bukan kebijakan ini akan mengatur dengan memperhatikan data yang dikumpulkan sesuai kontrak.
Mengidentifikasi pengguna dan izin pengguna
Anda tidak boleh memberikan informasi apa pun kepada Google yang:
·       dapat Google gunakan atau kenali sebagai informasi identitas pribadi; atau
·       secara permanen mengidentifikasi perangkat tertentu (seperti pengenal perangkat unik ponsel jika pengenal tersebut tidak dapat disetel ulang).
Anda tidak boleh menggunakan Google AdSense untuk memfasilitasi penggabungan informasi identitas pribadi dengan informasi yang dikumpulkan sebelumnya sebagai non-informasi identitas pribadi tanpa pemberitahuan yang tegas mengenai, dan persetujuan afirmatif sebelumnya dari pengguna (yaitu persetujuan) terhadap, penggabungan tersebut.
Anda juga harus mematuhi Kebijakan izin pengguna Uni Eropa.
Privasi
Anda harus dengan jelas mengungkapkan setiap pengumpulan, pembagian, dan penggunaan data yang terjadi pada setiap situs, aplikasi, atau properti lainnya sebagai akibat dari penggunaan setiap layanan iklan Google. Untuk mematuhi kewajiban pengungkapan ini, sehubungan dengan penggunaan data yang dilakukan Google, Anda memiliki pilihan untuk menampilkan link yang jelas ke halaman Cara Google menggunakan data saat Anda menggunakan situs atau aplikasi partner kami.
Undang-Undang Perlindungan Privasi Online Anak-anak (COPPA)
Jika Anda menerapkan layanan periklanan Google pada situs atau bagian situs yang tercakup dalam Undang-Undang Perlindungan Privasi Online Anak-anak (COPPA), (a) Anda harus memberi tahu Google tentang situs atau bagian situs tersebut yang tercakup dalam COPPA menggunakan fitur yang ada di sini: https://www.google.com/webmasters/tools/coppa, atau metode untuk aplikasi yang dijelaskan di sini: https://firebase.google.com/docs/admob/android/targeting, dan (b) Anda tidak boleh menggunakan periklanan menurut minat (termasuk pemasaran ulang) untuk menargetkan: (i) aktivitas terdahulu atau saat ini dari pengguna yang Anda ketahui berusia di bawah 13 tahun atau (ii) aktivitas terdahulu atau saat ini pada situs yang ditujukan untuk pengguna berusia di bawah 13 tahun.
Konten perjudian
AdSense membatasi penempatan iklan di situs perjudian dan di konten terkait perjudian. Kami memiliki beragam kebijakan untuk konten perjudian berdasarkan negara tempat penayang berada. Penayang di luar kelompok negara terbatas tidak diizinkan menempatkan iklan pada konten perjudian atau halaman apa pun yang berisi link ke konten perjudian. Ini termasuk konten apa pun yang mengizinkan pengguna untuk memasang taruhan atau memainkan game yang berpeluang mendapatkan uang atau hadiah lainnya.